Selasa, 08 September 2015

Tahukah Saudaraku apa itu SIWAK ?? Pernahkah kalian?

        Siwak adalah dahan atau akar dari pohon Salvadora persica yang digunakan untuk membersihkan gigi, gusi dan mulut. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh digunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut, sehingga batang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi; bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah, sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk bersiwak; seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak sehingga bisa mengotori mulut 
       Siwak merupakn amalan wajib yang Rasulullah SAW buat setiap kali hendak bersolat dan sebagainya.Karena banyak sekali manfaatnya diantaranya :
  • Mencantikkan wajah
  • Mengharumkan mulut
  • Mencerahkan penglihatan
  • Menghilangkan kuman dan membantu penghadaman
  • Memerdukan suara
  • Memfashihkan percakapan
  • Memperhiaskan solat
  • Menghilangkan rasa mengantuk
  • Mendapat keredhaan Allah SWT
  • Malaikat berbangga atau Malaikat memuji orang bersugi
  • Menguatkan minda
  • Mencerahkan mata
  • Menghimpun segala kebaikkan 
      Dan lebih besar fadhilat yang kita dapat dalam bersiwak atau bersugi apabila sebelum melakukan solat sunat atau Subuh 2 rakaat ibarat kita mendapat pahala 70 rakaat. Besar bukan pahala yang Allah SWT berikan.
      Oleh karena itu Rosululloh Shallallâhu ‘alaihi wasallam begitu bersemangat melakukannya dan sangat ingin agar umatnya pun melakukan sebagaimana yang dia lakukan, hingga beliau bersabda, yang artinya: “Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudlu”. (HR: Bukhori dan Muslim, irwaul golil no 70)

Taqrirotus Sadidah


Judul kitab : At-taqrirot As-Sadidah Fil Masa'il Al-Mufidah

Penulis : Syekh Hasan bin Ahmad bin Muhammad Al-Kaff

Muhaqqiq : -

Penerbit : Darul Ilmi Wad Da'wah, Tarim - Yaman

Cetakan : Pertama

Tahun : 2003

Link download (PDF) : Klik disini 
Deskripsi: Kitab ini merupakan salah satu kitab fiqih madzhab syafi'i yang paling populer dikalangan pelajar ilmu fiqih saat ini, dan sering kali dijadikan rujukan oleh para santri dalam mempelajari fiqih madzhab syafi'i. Kelebihan utama kitab ini adalah metode penyusunannya yang sangat rapi, dimana permasalahan yang dibahas diberi nomer dan tabel untuk memudahkan pemahaman, seperti tabel perbedaan antara "al-lams" dan "al-mass" pada penjelasan masalah perkara-perkara yang membatalkan wudhu', perbedaan antara wudhu dan tayammum, tabel hukum seputar siklus haid dan nifas, dan pada pembahasan-pembahasan lainnya. Selain itu selain mencantumkan ukuran dan timbangan yang berlaku dalam fiqih, seperti farsah dan qullah, dicantumkan juga ukuran dan timbangan tersebut jika memakai ukuran dan timbangan yang berlaku pada masa ini.
 

Sejarah Singkat Imam Syafi'i

Nama dan Nasab
Beliau bernama Muhammad dengan kun-yah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi‘ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau , yaitu Hasyim bin al-Muththalib.
Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi‘, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi‘i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi‘, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah saw. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam.
Para ahli sejarah dan ulama nasab serta ahli hadits bersepakat bahwa Imam Syafi‘i berasal dari keturunan Arab murni. Imam Bukhari dan Imam Muslim telah memberi kesaksian mereka akan kevalidan nasabnya tersebut dan ketersambungannya dengan nasab Nabi, kemudian mereka membantah pendapat-pendapat sekelompok orang dari kalangan Malikiyah dan Hanafiyah yang menyatakan bahwa Imam Syafi‘i bukanlah asli keturunan Quraysy secara nasab, tetapi hanya keturunan secara wala’ saja.
Adapun ibu beliau, terdapat perbedaan pendapat tentang jati dirinya. Beberapa pendapat mengatakan dia masih keturunan al-Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, sedangkan yang lain menyebutkan seorang wanita dari kabilah Azadiyah yang memiliki kun-yah Ummu Habibah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa ibu Imam Syafi‘i adalah seorang wanita yang tekun beribadah dan memiliki kecerdasan yang tinggi. Dia seorang yang faqih dalam urusan agama dan memiliki kemampuan melakukan istinbath.
Waktu dan Tempat Kelahirannya
Beliau dilahirkan pada tahun 150H. Pada tahun itu pula, Abu Hanifah wafat sehingga dikomentari oleh al-Hakim sebagai isyarat bahwa beliau adalah pengganti Abu Hanifah dalam bidang yang ditekuninya.
Tentang tempat kelahirannya, banyak riwayat yang menyebutkan beberapa tempat yang berbeda. Akan tetapi, yang termasyhur dan disepakati oleh ahli sejarah adalah kota Ghazzah (Sebuah kota yang terletak di perbatasan wilayah Syam ke arah Mesir. Tepatnya di sebelah Selatan Palestina. Jaraknya dengan kota Asqalan sekitar dua farsakh). Tempat lain yang disebut-sebut adalah kota Asqalan dan Yaman.
Ibnu Hajar memberikan penjelasan bahwa riwayat-riwayat tersebut dapat digabungkan dengan dikatakan bahwa beliau dilahirkan di sebuah tempat bernama Ghazzah di wilayah Asqalan. Ketika berumur dua tahun, beliau dibawa ibunya ke negeri Hijaz dan berbaur dengan penduduk negeri itu yang keturunan Yaman karena sang ibu berasal dari kabilah Azdiyah (dari Yaman). Lalu ketika berumur 10 tahun, beliau dibawa ke Mekkah, karena sang ibu khawatir nasabnya yang mulia lenyap dan terlupakan.
Pertumbuhannya dan Pengembaraannya Mencari Ilmu
Di Mekkah, Imam Syafi ‘i dan ibunya tinggal di dekat Syi‘bu al-Khaif. Di sana, sang ibu mengirimnya belajar kepada seorang guru. Sebenarnya ibunya tidak mampu untuk membiayainya, tetapi sang guru ternyata rela tidak dibayar setelah melihat kecerdasan dan kecepatannya dalam menghafal. Imam Syafi‘i bercerita, “Di al-Kuttab (sekolah tempat menghafal Alquran), saya melihat guru yang mengajar di situ membacakan murid-muridnya ayat Alquran, maka aku ikut menghafalnya. Sampai ketika saya menghafal semua yang dia diktekan, dia berkata kepadaku, “Tidak halal bagiku mengambil upah sedikitpun darimu.” Dan ternyata kemudian dengan segera guru itu mengangkatnya sebagai penggantinya (mengawasi murid-murid lain) jika dia tidak ada. Demikianlah, belum lagi menginjak usia baligh, beliau telah berubah menjadi seorang guru.
Setelah rampung menghafal Alquran di al-Kuttab, beliau kemudian beralih ke Masjidil Haram untuk menghadiri majelis-majelis ilmu di sana. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Dan itu terjadi pada saat beliau belum lagi berusia baligh. Sampai dikatakan bahwa beliau telah menghafal Alquran pada saat berusia 7 tahun, lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 12 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah.
Beliau juga tertarik mempelajari ilmu bahasa Arab dan syair-syairnya. Beliau memutuskan untuk tinggal di daerah pedalaman bersama suku Hudzail yang telah terkenal kefasihan dan kemurnian bahasanya, serta syair-syair mereka. Hasilnya, sekembalinya dari sana beliau telah berhasil menguasai kefasihan mereka dan menghafal seluruh syair mereka, serta mengetahui nasab orang-orang Arab, suatu hal yang kemudian banyak dipuji oleh ahli-ahli bahasa Arab yang pernah berjumpa dengannya dan yang hidup sesudahnya. Namun, takdir Allah telah menentukan jalan lain baginya. Setelah mendapatkan nasehat dari dua orang ulama, yaitu Muslim bin Khalid az-Zanji -mufti kota Mekkah-, dan al-Husain bin ‘Ali bin Yazid agar mendalami ilmu fiqih, maka beliau pun tersentuh untuk mendalaminya dan mulailah beliau melakukan pengembaraannya mencari ilmu.
Beliau mengawalinya dengan menimbanya dari ulama-ulama kotanya, Mekkah, seperti Muslim bin Khalid, Dawud bin Abdurrahman al-‘Athar, Muhammad bin Ali bin Syafi’ –yang masih terhitung paman jauhnya-, Sufyan bin ‘Uyainah –ahli hadits Mekkah-, Abdurrahman bin Abu Bakar al-Maliki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin ‘Iyadh, dan lain-lain. Di Mekkah ini, beliau mempelajari ilmu fiqih, hadits, lughoh, dan Muwaththa’ Imam Malik. Di samping itu beliau juga mempelajari keterampilan memanah dan menunggang kuda sampai menjadi mahir sebagai realisasi pemahamannya terhadap ayat 60 surat Al-Anfal. Bahkan dikatakan bahwa dari 10 panah yang dilepasnya, 9 di antaranya pasti mengena sasaran.
Setelah mendapat izin dari para syaikh-nya untuk berfatwa, timbul keinginannya untuk mengembara ke Madinah, Dar as-Sunnah, untuk mengambil ilmu dari para ulamanya. Terlebih lagi di sana ada Imam Malik bin Anas, penyusun al-Muwaththa’. Maka berangkatlah beliau ke sana menemui sang Imam. Di hadapan Imam Malik, beliau membaca al-Muwaththa’ yang telah dihafalnya di Mekkah, dan hafalannya itu membuat Imam Malik kagum kepadanya. Beliau menjalani mulazamah kepada Imam Malik demi mengambil ilmu darinya sampai sang Imam wafat pada tahun 179. Di samping Imam Malik, beliau juga mengambil ilmu dari ulama Madinah lainnya seperti Ibrahim bin Abu Yahya, ‘Abdul ‘Aziz ad-Darawardi, Athaf bin Khalid, Isma‘il bin Ja‘far, Ibrahim bin Sa‘d dan masih banyak lagi.
Setelah kembali ke Mekkah, beliau kemudian melanjutkan mencari ilmu ke Yaman. Di sana beliau mengambil ilmu dari Mutharrif bin Mazin dan Hisyam bin Yusuf al-Qadhi, serta yang lain. Namun, berawal dari Yaman inilah beliau mendapat cobaan –satu hal yang selalu dihadapi oleh para ulama, sebelum maupun sesudah beliau-. Di Yaman, nama beliau menjadi tenar karena sejumlah kegiatan dan kegigihannya menegakkan keadilan, dan ketenarannya itu sampai juga ke telinga penduduk Mekkah. Lalu, orang-orang yang tidak senang kepadanya akibat kegiatannya tadi mengadukannya kepada Khalifah Harun ar-Rasyid, Mereka menuduhnya hendak mengobarkan pemberontakan bersama orang-orang dari kalangan Alawiyah.
Sebagaimana dalam sejarah, Imam Syafi‘i hidup pada masa-masa awal pemerintahan Bani ‘Abbasiyah yang berhasil merebut kekuasaan dari Bani Umayyah. Pada masa itu, setiap khalifah dari Bani ‘Abbasiyah hampir selalu menghadapi pemberontakan orang-orang dari kalangan ‘Alawiyah. Kenyataan ini membuat mereka bersikap sangat kejam dalam memadamkan pemberontakan orang-orang ‘Alawiyah yang sebenarnya masih saudara mereka sebagai sesama Bani Hasyim. Dan hal itu menggoreskan rasa sedih yang mendalam pada kaum muslimin secara umum dan pada diri Imam Syafi‘i secara khusus. Dia melihat orang-orang dari Ahlu Bait Nabi menghadapi musibah yang mengenaskan dari penguasa. Maka berbeda dengan sikap ahli fiqih selainnya, beliau pun menampakkan secara terang-terangan rasa cintanya kepada mereka tanpa rasa takut sedikitpun, suatu sikap yang saat itu akan membuat pemiliknya merasakan kehidupan yang sangat sulit.
Sikapnya itu membuatnya dituduh sebagai orang yang bersikap tasyayyu‘, padahal sikapnya sama sekali berbeda dengan tasysyu’ model orang-orang syi‘ah. Bahkan Imam Syafi‘i menolak keras sikap tasysyu’ model mereka itu yang meyakini ketidakabsahan keimaman Abu Bakar, Umar, serta ‘Utsman , dan hanya meyakini keimaman Ali, serta meyakini kemaksuman para imam mereka. Sedangkan kecintaan beliau kepada Ahlu Bait adalah kecintaan yang didasari oleh perintah-perintah yang terdapat dalam Alquran maupun hadits-hadits shahih. Dan kecintaan beliau itu ternyata tidaklah lantas membuatnya dianggap oleh orang-orang syiah sebagai ahli fiqih madzhab mereka.
Tuduhan dusta yang diarahkan kepadanya bahwa dia hendak mengobarkan pemberontakan, membuatnya ditangkap, lalu digelandang ke Baghdad dalam keadaan dibelenggu dengan rantai bersama sejumlah orang-orang ‘Alawiyah. Beliau bersama orang-orang ‘Alawiyah itu dihadapkan ke hadapan Khalifah Harun ar-Rasyid. Khalifah menyuruh bawahannya menyiapkan pedang dan hamparan kulit. Setelah memeriksa mereka seorang demi seorang, ia menyuruh pegawainya memenggal kepala mereka. Ketika sampai pada gilirannya, Imam Syafi‘i berusaha memberikan penjelasan kepada Khalifah. Dengan kecerdasan dan ketenangannya serta pembelaan dari Muhammad bin al-Hasan -ahli fiqih Irak-, beliau berhasil meyakinkan Khalifah tentang ketidakbenaran apa yang dituduhkan kepadanya. Akhirnya beliau meninggalkan majelis Harun ar-Rasyid dalam keadaan bersih dari tuduhan bersekongkol dengan ‘Alawiyah dan mendapatkan kesempatan untuk tinggal di Baghdad.
Di Baghdad, beliau kembali pada kegiatan asalnya, mencari ilmu. Beliau meneliti dan mendalami madzhab Ahlu Ra’yu. Untuk itu beliau berguru dengan mulazamah kepada Muhammad bin al-Hassan. Selain itu, kepada Isma‘il bin ‘Ulayyah dan Abdul Wahhab ats-Tsaqafiy dan lain-lain. Setelah meraih ilmu dari para ulama Irak itu, beliau kembali ke Mekkah pada saat namanya mulai dikenal. Maka mulailah ia mengajar di tempat dahulu ia belajar. Ketika musim haji tiba, ribuan jamaah haji berdatangan ke Mekkah. Mereka yang telah mendengar nama beliau dan ilmunya yang mengagumkan, bersemangat mengikuti pengajarannya sampai akhirnya nama beliau makin dikenal luas. Salah satu di antara mereka adalah Imam Ahmad bin Hanbal.
Ketika kamasyhurannya sampai ke kota Baghdad, Imam Abdurrahman bin Mahdi mengirim surat kepada Imam Syafi‘i memintanya untuk menulis sebuah kitab yang berisi khabar-khabar yang maqbul, penjelasan tentang nasikh dan mansukh dari ayat-ayat Alquran dan lain-lain. Maka beliau pun menulis kitabnya yang terkenal, Ar-Risalah.
Setelah lebih dari 9 tahun mengajar di Mekkah, beliau kembali melakukan perjalanan ke Irak untuk kedua kalinya dalam rangka menolong madzhab Ash-habul Hadits di sana. Beliau mendapat sambutan meriah di Baghdad karena para ulama besar di sana telah menyebut-nyebut namanya. Dengan kedatangannya, kelompok Ash-habul Hadits merasa mendapat angin segar karena sebelumnya mereka merasa didominasi oleh Ahlu Ra’yi. Sampai-sampai dikatakan bahwa ketika beliau datang ke Baghdad, di Masjid Jami ‘ al-Gharbi terdapat sekitar 20 halaqah Ahlu Ra ‘yu. Tetapi ketika hari Jumat tiba, yang tersisa hanya 2 atau 3 halaqah saja.
Beliau menetap di Irak selama dua tahun, kemudian pada tahun 197 beliau balik ke Mekkah. Di sana beliau mulai menyebar madzhabnya sendiri. Maka datanglah para penuntut ilmu kepadanya meneguk dari lautan ilmunya. Tetapi beliau hanya berada setahun di Mekkah.
Tahun 198, beliau berangkat lagi ke Irak. Namun, beliau hanya beberapa bulan saja di sana karena telah terjadi perubahan politik. Khalifah al-Makmun telah dikuasai oleh para ulama ahli kalam, dan terjebak dalam pembahasan-pembahasan tentang ilmu kalam. Sementara Imam Syafi‘i adalah orang yang paham betul tentang ilmu kalam. Beliau tahu bagaimana pertentangan ilmu ini dengan manhaj as-salaf ash-shaleh –yang selama ini dipegangnya- di dalam memahami masalah-masalah syariat. Hal itu karena orang-orang ahli kalam menjadikan akal sebagai patokan utama dalam menghadapi setiap masalah, menjadikannya rujukan dalam memahami syariat padahal mereka tahu bahwa akal juga memiliki keterbatasan-keterbatasan. Beliau tahu betul kebencian meraka kepada ulama ahlu hadits. Karena itulah beliau menolak madzhab mereka.
Dan begitulah kenyataannya. Provokasi mereka membuat Khalifah mendatangkan banyak musibah kepada para ulama ahlu hadits. Salah satunya adalah yang dikenal sebagai Yaumul Mihnah, ketika dia mengumpulkan para ulama untuk menguji dan memaksa mereka menerima paham Alquran itu makhluk. Akibatnya, banyak ulama yang masuk penjara, bila tidak dibunuh. Salah satu di antaranya adalah Imam Ahmad bin Hanbal. Karena perubahan itulah, Imam Syafi‘i kemudian memutuskan pergi ke Mesir. Sebenarnya hati kecilnya menolak pergi ke sana, tetapi akhirnya ia menyerahkan dirinya kepada kehendak Allah. Di Mesir, beliau mendapat sambutan masyarakatnya. Di sana beliau berdakwah, menebar ilmunya, dan menulis sejumlah kitab, termasuk merevisi kitabnya ar-Risalah, sampai akhirnya beliau menemui akhir kehidupannya di sana.
Keteguhannya Membela Sunnah
Sebagai seorang yang mengikuti manhaj Ash-habul Hadits, beliau dalam menetapkan suatu masalah terutama masalah aqidah selalu menjadikan Alquran dan Sunnah Nabi sebagai landasan dan sumber hukumnya. Beliau selalu menyebutkan dalil-dalil dari keduanya dan menjadikannya hujjah dalam menghadapi penentangnya, terutama dari kalangan ahli kalam. Beliau berkata, “Jika kalian telah mendapatkan Sunnah Nabi, maka ikutilah dan janganlah kalian berpaling mengambil pendapat yang lain.” Karena komitmennya mengikuti sunnah dan membelanya itu, beliau mendapat gelar Nashir as-Sunnah wa al-Hadits.
Terdapat banyak atsar tentang ketidaksukaan beliau kepada Ahli Ilmu Kalam, mengingat perbedaan manhaj beliau dengan mereka. Beliau berkata, “Setiap orang yang berbicara (mutakallim) dengan bersumber dari Alquran dan sunnah, maka ucapannya adalah benar, tetapi jika dari selain keduanya, maka ucapannya hanyalah igauan belaka.” Imam Ahmad berkata, “Bagi Syafi‘i jika telah yakin dengan keshahihan sebuah hadits, maka dia akan menyampaikannya. Dan prilaku yang terbaik adalah dia tidak tertarik sama sekali dengan ilmu kalam, dan lebih tertarik kepada fiqih.” Imam Syafi ‘i berkata, “Tidak ada yang lebih aku benci daripada ilmu kalam dan ahlinya” Al-Mazani berkata, “Merupakan madzhab Imam Syafi‘i membenci kesibukan dalam ilmu kalam. Beliau melarang kami sibuk dalam ilmu kalam.”
Ketidaksukaan beliau sampai pada tingkat memberi fatwa bahwa hukum bagi ahli ilmu kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, lalu dinaikkan ke atas punggung unta dan digiring berkeliling di antara kabilah-kabilah dengan mengumumkan bahwa itu adalah hukuman bagi orang yang meninggalkan Alquran dan Sunnah dan memilih ilmu kalam.
Wafatnya
Karena kesibukannya berdakwah dan menebar ilmu, beliau menderita penyakit bawasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya itu bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.
Ar-Rabi menyampaikan bahwa dia bermimpi melihat Imam Syafi‘i, sesudah wafatnya. Dia berkata kepada beliau, “Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu, wahai Abu Abdillah ?” Beliau menjawab, “Allah mendudukkan aku di atas sebuah kursi emas dan menaburkan pada diriku mutiara-mutiara yang halus”
Karangan-Karangannya
Sekalipun beliau hanya hidup selama setengah abad dan kesibukannya melakukan perjalanan jauh untuk mencari ilmu, hal itu tidaklah menghalanginya untuk menulis banyak kitab. Jumlahnya menurut Ibnu Zulaq mencapai 200 bagian, sedangkan menurut al-Marwaziy mencapai 113 kitab tentang tafsir, fiqih, adab dan lain-lain. Yaqut al-Hamawi mengatakan jumlahnya mencapai 174 kitab yang judul-judulnya disebutkan oleh Ibnu an-Nadim dalam al-Fahrasat.
Yang paling terkenal di antara kitab-kitabnya adalah al-Umm, yang terdiri dari 4 jilid berisi 128 masalah, dan ar-Risalah al-Jadidah (yang telah direvisinya) mengenai Al-Quran dan As-Sunnah serta kedudukannya dalam syariat.
Sumber :
1. Al-Umm, bagian muqoddimah hal 3-33.
2. Siyar A‘lam an-Nubala’
3. Manhaj Aqidah Imam asy-Syafi‘, terjemah kitab Manhaj al-Imam Asy-Syafi ‘i fi Itsbat al-‘Aqidah karya DR. Muhammad AW al-Aql terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi‘i, Cirebon.

Senin, 25 Februari 2013

Perbedaan Intel dan amd





Komputer yang kita gunakan pada dasarnya adalah sistem yang berjalan sangat rumit dengan beragam perhitungan yang sangat banyak, mulai dari bilangan satuan hingga milyaran, otak dari sistem itu sering kita sebut prosesor atau CPU. Dari beragam jenis prosesor yang paling terkenal yaitu dari produsen Intel dan AMD.
Telah bertahun-tahun lamanya kedua kubu ini saling bersaing dengan mengeluarkan beragam jenis prosesor untuk memikat masyarakat, dan kali ini kita coba membahas tentang keunggulan dan kekurangan dari kedua produsen tersebut.

Intel

Memang tidak dipungkiri Intel telah menguasai lebih dari setengah pangsa pasar prosesor di dunia, Itu mungkin saja karena Intel lebih dahulu dikenal publik dibandingkan dengan pesaingnya yaitu AMD.
Jika dahulu orang sering menyebut pentium 4 lebih cepat, tapi sebenarnya diatas pentium 4 ada core2duo, core2quad, hingga yang sekarang sedang naik daun untuk prosesor laptop ialah seri I series yaitu I3, I5, dan I7. Walaupun sebenarnya pada seri-seri high end seperti I7 banyak diminati pada deskop.

Keunggulan

Menurut beberapa sumber yang dikutip
  • Pada prosesor Intel, suhu dalam prosesor dapat diatur oleh processornya sendiri (processor akan mengurangi kecepatan jika processor terlalu panas) sehingga suhu tidak terlalu panas
  • Intel lebih unggul dalam popularitas
  • Dalam hal multimedia intel juga lebih unggul, tetapi pada prosesor high end
  • Pipeline pada intel lebih panjang ketimbang AMD

Kekurangan

Kekurangan-kekurangan pada intel saya rasa sangat mengecewakan, karena dalam popularitas intel lebih unggul, tetapi kualitas agak sedikit kalah dalam beberapa aspek.
  • Walau mempunyai pipeline lebih panjang, tetapi intel mempunyai masalah dalam pertukaran data sehingga kecepatan masih dibawah AMD
  • Lemah untuk urusan grafis, gaming, dan aplikasi 3D
  • Harga mahal

AMD

Prosesor ini sangat sering digunakan untuk ngegame bagi para gamer yang mempunyai kaantong pas-pasan, dari seri-seri menengah saja proseor ini melebihi dari prosesor intel pada kelasnya. Contohnya saja prosesor AMD APU (Accelerated Processing Unit) yang baru-baru ini sedang ngetren, dengan menggabungkan unit GPU didalam satu prosesor dapat menghemat konsumsi daya lebih hemat dan pemrosesan data lebih cepat.

Keunggulan

  • Enhanced Virus Protection (EVP) : Tekhnologi untuk mendeteksi virus
  • Hyper Transport Tekhnologi : Mempercepat lalulintas transfer data
  • Integrated Memory Controller : Memungkinkan Processor untuk melakukan pengaksesan memory langsung tanpa melewati chipset northbridge terlebih dahulu
  • Cool’n’Quiet : Untuk menghemat daya
  • Lebih murah dengan performa lebih baik
  • AMD yang sekarang juga tidak panas

Kekurangan

  • Kalah merk, karena intel sering mengiklankan produknya maka masyarakat lebih mengenal intel
Kesimpulannya, menurut saya AMD lebih unggul dengan harga yang murah, Saya sudah merasakannya

Cara merawat Flashdisk

Cara Merawat Flashdisk


Cara Merawat Flashdisk yang Baik dan Benar Siapa yang tidak mengenal flashdisk sekarang ini. Sebuah inovasi teknologi penyimpanan data portable super canggih yang dirancang dengan rupa yang mini dan menarik. Diperkirakan hampir sebagian besar masyarakat melek teknologi telah menggunakan flashdisk sebagai pelengkap kebutuhan akan penggunaan perangkat komputer, laptop, hingga mobile device. Melihat begitu praktisnya media penyimpanan data portable ini, tidak mengherankan bila pertumbuhan pengguna flashdisk terus meningkat setiap bulan bahkan setiap harinya. Disamping itu, flashdisk juga menawarkan beragam spesifikasi yang variatif dan juga harga yang terbilang cukup terjangkau bagi semua kalangan masyarakat. Dewasa ini, telah tersedia flashdisk dengan kapasitas penyimpanan mulai dari 2 GB hingga 16 GB dari berbagai merk jual yang kompetitif.
Meskipun saat ini sebagian besar masyarakat telah mengantongi teknologi ini, namun hanya sebagian kecil dari mereka yang paham mengenai cara merawat flashdisk yang tepat. Hal itu mengakibatkan banyak dari para pengguna merasa dirugikan oleh produsen–produsen flashdisk dikarenakan flashdisk yang mereka beli tidak dapat bertahan lama atau mudah rusak. Apabila dikaji dengan cermat, sebetulnya tidak ada yang salah dengan mesin flashdisk yang diproduksi oleh produsen bersangkutan, namun subyek – subyeknya sendirilah yang banyak melakukan kesalahan dalam penggunaan flashdisk, sehingga berdampak pada kerusakan yang fatal.
Untuk itu, pada kesempatan kali ini Paseban ingin menulis mengenai cara merawat flashdisk yang diangkat dari banyak referensi, khususnya dari para ahli teknologi komputer dan gadget. Sehingga, dengan mengetahui tips dan trik penggunaan dan perawatan flashdisk yang tepat, diharapkan mampu mengurangi tingkat kerusakan pada produk flashdisk dari bermacam merk dagang yang banyak bertebaran di pasar, yang mana kerusakan tersebut terjadi diakibatkan oleh cara penggunaan yang salah. Mari kita simak cara merawat flashdisk yang tepat dan mudah di bawah ini!
Ketika flashdisk anda sedang digunakan, baik untuk melakukan transfer data dari flashdisk ke perangkat lain atau sebaliknya, maka sebelum melakukan aktifitas transfer data tersebut, sebaiknya lakukan scanning virus terlebih dahulu pada flashdisk tersebut. Tidak hanya di awal saja, setelah anda selesai menggunakan flashdisk, lakukan scanning virus ulang pada flashdisk. Scanning pertama dilakukan dengan tujuan meminimalisir penyebaran virus antar komputer, yang akan membahayakan sistem perangkat yang digunakan, seperti komputer dan sebagainya, serta menghindari penyebaran virus dari flashdisk satu ke flashdisk lainnya yang diakses oleh perangkat yang sama.
Sedangkan pada scanning kedua, hal tersebut dilakukan untuk menghindari sekaligus membuang virus–virus yang masuk ke dalam flashdisk dari perangkat yang digunakan. Pengendalian virus pada flashdisk sangatlah penting demi menjaga usia flashdisk agar tetap awet dan tahan lama untuk digunakan. Ketika anda selesai menggunakan flashdisk, dan ingin mencopotnya dari port usb, pastikan anda terlebih dulu melakukan perintah eject untuk menghentikan kerja flashdisk pada perangkat yang digunakan.
Pada saat flashdisk anda sedang tidak digunakan, letakkanlah flashdisk pada lokasi yang jauh dari medan magnet tinggi, seperti komputer, sound system, televisi, dan lain sebagainya. Lokasi medan magnet tinggi perlu dihindari sebab dapat mengganggu dan merusak sistem dan komponen yang ada pada flashdisk. Maka, hal ini wajib untuk selalu anda ingat. Cara merawat flashdisk berikutnya yaitu lakukan defrag pada flashdisk anda paling tidak seminggu sekali. Hal itu dilakukan agar penyusunan data yang ada pada flashdisk dapat tersusun dengan baik dan rapi. Sehingga, kinerja dan produktifitas flashdisk akan jauh lebih optimal.
Hal yang tidak kalah penting, yaitu kurangi seminimal mungkin anda melakukan format flashdisk dan menghapus file pada flashdisk. Untuk anda ketahui, bahwa pada umumnya semua flashdisk memiliki kuota limit pada jumlah tertentu dalam aktifitas file removed. Ketika kuota limit tersebut habis, maka secara otomatis flashdisk anda sepenuhnya tidak dapat digunakan lagi. Untuk itu, selalu perhatikan akan hal tersebut, demi menjaga dan merawat kesehatan flashdisk anda. Sangat dianjurkan untuk menghindari peletakkan flashdisk pada lokasi yang bersuhu lembab, kotor, dan panas. Kondisi tempat penyimpanan atau peletakkan flashdisk sangat berpengaruh pada kesehatan komponen flashdisk. Selalu hindari juga terjadinya benturan atau jatuh. Karena hal itu dapat menyebabkan komponen di dalam flashdisk rusak, bisa karena komponennya rontok, patah, pecah, dan lain sebagainya.
Cara merawat flashdisk terakhir yang tidak boleh disepelekan apalagi diabaikan. Selalu lakukan backup terhadap data dan file yang tersimpan pada flashdisk. Anda akan merasa hal itu sangat penting ketika flashdisk yang berisikan data dan file penting milik anda rusak atau hilang. Maka, sebelum hal itu terjadi, selalu lakukan backup data. Backup di sini bisa dilakukan dengan cara menduplikat data dan file pada flashdisk ke perangkat lain, seperti komputer, laptop, tablet, iPad, dan lain sebagainya. Atau anda juga bisa melakukan duplikat ke media lain seperti email, blog / website, atau memanfaatkan fasilitas penyimpanan data online, seperti Ziddu, Dropbox, dan kawan-kawan. [HRS]

Keunggulan windows 8

Kelebihan dan Keunggulan Windows 8 Terbaru Dari Windows 7

Windows 8 Terbaru ini sepertinya akan menjadi Operating System yang terhebat dari Microsoft Windows 8, karena Windows 8 akan memberikan perubahan besar yang pernah dilakukan oleh Microsoft setelah Windows 95, menurut Presiden Devisi Microsoft.

Dari tampilan Windows 8 ini saja sudah menggambarkan bahwa Windows 8  memiliki kelebihan dan keunggulan dari Sistem Operasi Windows sebelumnya, yaitu Windows 7. Belum lagi dari fitur-fitur unggulan dari Windows 8 ini yang akan membuat penggunanya menjadi betah.

Berikut ada beberapa Kelebihan / Keunggulan Windows 8 dibanding Windows 7 :

  • Lebih ringan : Windows 8 lebih ringan dibandingkan Windows 7, karena memang system telah dirubah
  • Task Manager lebih powerfull : Tampilan Task Manager Windows 8 lebih memukau dan sangat terlihat lengkap.
  • Ribbon WE : Ada Ribbon pada windows explorer, tetapi tampilan file juga lebih banyak di WIndows 8 dari pada windows 7, dengan resolusi yang sama
  • Lock Screen : Lock screen pada Windows 8 tidak menutup semua program dan dokumen, tidak seperti log off pada windows-windows sebelumnya.
  • Praktis Buka Aplikasi : Untuk berpindah aplikasi, cukup rapatkan mouse kelayar sebelah kiri, jadi tidak perlu lagi ALT+TAB seperti pada Windows 7.
  • Pencarian file lebih fleksibel : Fitur Pencarian pada Windows 8 lebih simpel dan fleksibel.
  • Optimalkan untuk layar sentuh : Windows 7 memang telah mendukung Layar Sentuh, namun pada Windows 8 akan lebih dioptimalkan.
  • Mendukung chip ARM : Windows 8 telah mendukung perangkat yang memakai infrastruktur chip ARM. Karena Kebanyakan Tamblet saat ini sudah menggunakan chip ARM.
  • Mendukung NFC (Near Field Communications) : Yaitu sebuah fitur untuk melakukan transaksi keungan digital.
  • Waktu boot yang singkat : Boot Windows 8 dalam demonya hanya berlangsung dalam 8 detik. Sebuah waktu yang jauh lebih singkat dibanding booting di Windows versi sebelumnya.
  • Sekuriti lebih baik : Windows 8 dikatakan akan memiliki fitur sekuriti lebih baik untuk menghadang serangan cyber. Di antaranya fitur Windows Defender lebih ditingkatkan kemampuannya di OS ini.
  • Windows 8 tidak membutuhkan upgrade PC : Jika anda sudah menggunakan Windows 7 sebelumnya, maka anda bisa gunakan Windows 8 ini, tanpa harus Upgrage atu bahkan ganti PC.

Tips merawat batrei laptop

Pada kesempatan kali ini, saya akan sedikit memberikan tips kepada sahabat yang sering atau suka memakai laptop/notebook/apalah terserah kalian namanya. Mungkin dari kalian ada yang mengetahui atau juga bahkan tak pernah tahu, bagaimana cara merawat atau menjaga agar baterai laptop kalian selalu dalam kondisi yang prima alias awet.
Keunggulan dari laptop adalah dapat dijinjing dan sumber utama agar laptop tersebut menyala adalah dengan menggunakan baterai tentunya. Namun apabila baterai laptop kalian sudah tak berjalan dengan maksimal, bagaimana jadinya? Pastinya sama seperti perasaan saya, saat ditempat umum tak ada colokan listrik, padahal kita butuh sekali untuk membuka laptop. Beuh, sakitnya hati ini....... (lebay). Maka dari itu, saya memiliki beberapa inisiatif yang sudah dilakukan untuk menjaga agar laptop kita tetap dalam kondisi primanya. Silahkan kalian baca dan buktikan.

# Ketahuilah terlebih dahulu jenis baterai laptopnya.
Jenis baterai yang dijual dipasaran terdiri atas dua macam, yakni Nickel Based (NiCd) dan Lithium Based (Lithium Based). Sebagian perangkat gadget didunia. saat ini sudah menggunakan baterai yang terbuat dari Lithium Ion dengan alasan memiliki kapasitas yang besar dan tahan lama. Perbedaan NiCd dan Lithium adalah jika kalian menggunakan baterai NiCd, maka baterai terlebih dahulu harus dicharge (isi ulang listrik) selama 8 jam. Sedangkan bila memakai Litium, maka kalian tidak harus melakukan pengecasan selama itu, cukup pasang charger selama pemakaian pun, isi baterai tetap akan kembali kekapasitas awalnya.
# Charge/ isi secara normal pada pemakaian awal.
Bila gadget/ laptop kalian memakai baterai Lithium ion, maka charge secara normal. Tidak perlu diisi sampai 8 jam segala, Lithium dalam keadaan normal bila dicharge selama 4 jam sudah cukup untuk menjaga agar baterai tersebut tidak mengalami drop akibat kebanyakan makan listrik.
# Tak usah cabut chargernya bila menggunakan laptop dalam waktu yang lama.
Biarkan saja charger tertancap di laptop jika kalian memakai laptop dalam jangka waktu yang lama. Tenang saja, karena didalam adaptor pengecasan sudah terpasang sistem auto control yang memungkinkan masuknya listrik secara teratur. Bila adaptornya tidak memiliki sistem ini, kemungkinan adaptor kalian aspal.
# Jangan sampai baterai dalam kondisi panas.
Upayakan baterai laptop kalian tidak terkena suhu yang tinggi, simpan ditempat yang sejuk selain dalam kulkas agar tetap aman dan nyaman. Emang manusia saja yang butuh kenyamanan? Jika baterai merasa kepanasan, hal tersebut akan membuat kerusakan pada elemen-elemen didalam baterai yang menjadi penyebab kebocoran.
# Charge secara rutin.
Pada jenis baterai Lithium ion yang melakukan pengecasan baterai saat kisaran 70%, maka baterainya sedikit berumur panjang. Buktinya, sudah saya coba. Baterai laptop saya tidak cepat drop, namun malah laptopnya yang berasap. Kenapa harus dicharge saat itu? karena dalam baterai Lithium tidak akan terkena serangan penyakit memory effect.
# Atur sirkulasi udara pada laptop.
Maksudnya apa? Jadi, pakailah selalu pengaman biar aman tentunya. Kalau baterai ingin selamat, gunakan saja perangkat tambahan seperti Cooler. Jangan pakai AC sebagai pendingin laptop kalian, hal itu hanya akan membuat badan kalian flu dan terjadinya pembengkakan percuma pada keuangan kalian. Penjelasan memakai collernya sih, karena sel-sel didalam baterai laptop tidak kuat menahan panas.